Seni Sastra

December 24, 2007

Puisi Pesisir Gresik

Indra Tjahyadi

 

Diksi atau pilihan kata adalah jalan pertama bagi seorang penyair dalam mengabarkan kepada pembaca seberapa besar tingkat keterikatan antara dirinya dengan lingkungan tempat dia tinggal. Melalui pemilihan kata, seorang penyair berusaha memperlihatkan relasi antara dirinya dengan lingkungan tempat ia berada dan melakukan penciptaan. Melalui pengenalan terhadap diksi, seorang pembaca dapat mengetahui latar belakang kultur ataupun riwayat dari seorang penyair dan lingkungan si penyair.

Read the rest of this entry »

Seni Film

December 21, 2007

Mempertandingkan Nasionalisme Indonesia dengan Maskulinitas pada Sinema

Intan Paramaditha

Penerjemah: Tito Imanda

Journal of Asian Cinema 2007

Dalam salah satu film paling berpengaruh pada masa rezim Orde Baru (1966-1998) di Indonesia, Pengkhianatan G30S/PKI (1984) buatan Arifin C. Noer, sebuah adegan menunjukkan anak perempuan seorang jenderal melihat dengan penuh kekaguman pada potret Sang ayah dalam seragam militernya (ilustrasi 1).[1] Sudut pandang dengan angle rendah dari potret tersebut menciptakan aura keagungan yang meliputi figur jenderal tersebut. Anak tersebut mengatakan pada ibunya bahwa ia ingin memiliki emblem bintang di dadanya seperti yang dipakai oleh ayahnya. Sang ibu, sambil meletakkan seragam suaminya di dalam lemari, menjawab bahwa ia harus berjuang dalam pertempuran untuk mendapatkan sebuah bintang. Sang ayah tidak hadir dalam setting rumah, namun seragam yang menjadi penggambaran dari kehadirannya, mengikat sang ibu dan anak perempuan. Adegan ini mendirikan sebuah kelelakian ideal dalam militer Indonesia dengan sang jenderal menjadi figur heroik ayah ideal baik dalam ranah publik maupun domestik. Ini memperkenalkan budaya Bapakisme dalam politik Indonesia, yang diganggu untuk kemudian didirikan kembali di dalam dan di luar diegesis kefilman.

intan-01

Read the rest of this entry »

Seni Rupa

December 6, 2007

Komik Sebagai Anglukis

Komik Perjuangan Delsy Syamsumar,

Periode 1962-1978.

Hikmat Darmawan

Kemungkinan besar, Anda pernah terpajan (terekspos) pada karya Delsy Syamsumar. Kalau Anda pernah bengong di bandara, dan memerhatikan delikasi logo maskapai penerbangan Bouraq, Anda sedang menatap karya Delsy. Atau kalau Anda ingat logo kuda laut yang sebetulnya aneh juga menjadi logo Pertamina dahulu, Anda juga sedang menatap karya Delsy. Atau, ingatkah Anda majalah Kartini yang pertama kali terbit pada masa 1970-an? Logo majalah itu juga karya Delsy. Tapi, yang sangat besar kemungkinannya, adalah jika Anda berada di kota-kota Indonesia, dan ujung mata Anda melihat restoran-restoran Padang di tepi jalan. Anda perhatikan logo nama restoran-restoran itu―banyak yang menggunakan model huruf yang dibuat berbentuk rumah gadang, lengkap dengan atap gadangnya yang mencuat. Nah, itu adalah tiruan dari rancangan grafis Delsy untuk logo restoran rumah Padang.

Read the rest of this entry »